Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Edisi cerita teman

Jadi Cowok Pendek Emang Gak Punya Hak Dicintai? I couldn’t help but wonder… Sejak kapan cinta jadi soal tinggi badan? Aku pernah pacaran sama cowok pendek. Bukan “pendek versi insecure” yang sebenernya masih 178 cm tapi gak pede foto bareng temen-temennya. No, darling. Ini beneran pendek. Pendek yang kalau jalan bareng aku, orang kira aku kakaknya. Mukanya? Gak ada yang bisa diselamatin sama angle kamera. Tititnya kecil. Literally, gak ada satu hal pun dari dia yang bisa dibilang “ideal male specimen.” Tapi… guess what? Aku masih inget dia. Bukan karena dia ganteng. Tapi karena dia ngerti gimana caranya show up. Bukan cuma soal urusan ranjang meskipun yes, dia surprisingly tau persis apa yang dia lakuin di kasur (never underestimate the short king, babe). Tapi juga karena dia ngerti hal-hal kecil yang cowok-cowok ganteng sering anggap remeh. Dia hafal pesanan kopi aku tanpa harus aku ulang. Dia tau aku punya trust issue, dan dia gak pernah maksa. Dia sabar dengerin aku marah 45 menit s...

Kematian Versi Pamona

Gua, Yumu, dan Tubuh yang Belum Selesai oleh Chinta yang idealis, dengan hubungan rumit bersama kopi sachet dan coding Excel 😘 Pernahkah kamu membayangkan sebuah gua bisa menjadi perpustakaan? Bukan untuk buku, melainkan untuk tubuh manusia arsip kehidupan yang belum selesai. Aku masih ingat jelas saat pertama kali memasuki Gua Tangkaboba di daerah Pamona. Langkah pertama itu seperti membuka pintu ke dunia lain: udara langsung lembap, suasana sangat sunyi, dan jujur saja, aku cukup gugup ini gua sungguhan, bukan seperti gua yang biasa muncul di katalog wisata. Namun, lebih dari itu, yang membuatku tercengang adalah suasananya yang sakral sekaligus apa adanya. Gua ini bukan hanya tempat menyimpan tulang; ini adalah arsip budaya yang masih hidup.  Yumu: Arsip Tubuh yang Belum Usai Yumu—peti kayu untuk jenazah—adalah simbol yang kuat di sana. Bentuknya menyerupai rumah kecil, kadang mirip perahu. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol perubahan status. Dalam banyak sistem ...

Perempuan, Rokok, dan Reputasi di Kampung Orang

Pagi itu aku duduk di kursi plastik biru di kantor desa, dikelilingi kalender Alfamart dan foto presiden. Di depanku, seorang bapak bercerita panjang soal ritual adat sebelum musim tanam. Aku angguk-angguk, pura-pura nyaman. Tapi yang kupikirkan cuma satu: Anjir, pengen ngerokok. Banget. Sebagai perempuan kota yang nyasar ke kampung demi data antropologi, aku tahu harus jaga sikap. Senyum manis. Pakaian sopan. Bicara pelan. Tapi craving nikotin ini… kok rasanya lebih sakral dari apapun yang diceritakan bapak itu. Aku bisa bayangin reaksi warga kalau aku nyalain sebatang di depan kantor desa: “Hah? Cewek ngerokok?” “Kasian, anak kota tapi rusak.” “Udah pintar, sayang ya begitu.” Dan di situlah letak dilema kita, perempuan yang hidup di dua dunia. Di satu sisi: feminis, bebas, urban. Di sisi lain: tamu, peneliti, dan—mau gak mau—perempuan baik-baik versi lokal. Craving ini gak cuma tentang nikotin. Ini tentang ruang. Tentang batas. Tentang berapa banyak diri yang boleh kita bawa ke kampu...

MENSTRUATION

Cravings, Crying, and K-Dramas: Parade Bulanan Kekacauan Tubuhku By: Me, lagi berjuang… dan mempertahankan kulit ayam goreng terakhir 🍗 Ever wondered why PMS feels like a cosmic joke? Apa PMS itu sekadar “kesalahan sistem” dalam tubuh perempuan, atau cara semesta ngajarin kita ngerasain semuanya secara high definition ? ✦ The Night of Chaos Malam itu, aku berubah jadi sosok lain. Seseorang yang lapar, emosional, rajin maraton drama, dan punya misi makan besar. Aku order GrabFood sampe driver mikir aku lagi bikin pesta. Padahal, itu cuma aku… hormonku… dan hasrat misterius untuk makan tteokbokki, Thai tea, sama mie ayam sekaligus. Keluarga? Mereka tau banget. Bisik-bisik mulai terdengar: “Pasti mau dapet tuh…” Dan memang benar. Karena menjelang menstruasi, aku bukan cuma merasa—aku menjadi PMS itu sendiri. Aku bisa nangis nonton reels lucu. Teriak ke sendok yang jatuh. Romantisasi kesedihan sendiri kayak video klip slow motion. ✦ The PMS Snap Puncaknya?. Aku lagi emo...