Superman dan Duka yang Tak Terlihat: Surat dari Seorang Fans Baru untuk Semesta yang Telah Pergi Aku baru saja menonton Superman siang ini. Bukan Superman yang lama, bukan dewa kelam dalam bayang-bayang Snyder, tapi pria muda yang melayang ringan dalam langit biru milik James Gunn. Film itu—secara objektif—bagus. Sederhana. Hangat. Sarat idealisme. Mengajak percaya pada kebaikan di tengah dunia yang sinis. Sebuah pembuka yang menjanjikan untuk semesta baru, DC Universe (DCU), yang katanya lebih konsisten, lebih terkendali, dan akhirnya: lebih masuk akal. Tapi meskipun aku baru memulai perjalanan ini, aku merasa kehilangan. Sebuah Duka yang Bukan Milikku, Tapi Nyata Aku bukan pengikut lama Snyderverse. Aku bukan pembela mati-matian Zack Snyder atau pemuja Henry Cavill. Aku bahkan belum sempat menonton semua film DCEU secara lengkap. Namun entah kenapa, aku tetap merasakan duka ketika semesta itu benar-benar berakhir. Mungkin karena aku datang terlambat. Mungkin karena aku baru mulai men...
Be so fucking proud of yourself for passing the hardest moments alone while everyone believed u were fine.