Geografi Gender di Rumah Kita Sendiri Ada pemandangan yang familiar di banyak rumah kita: ketika tamu datang, laki-laki berkumpul di ruang tamu—duduk di sofa, mungkin membicarakan pekerjaan, politik, atau bisnis. Sementara itu, perempuan—apapun latar belakang mereka—entah bagaimana selalu berakhir di dapur, meski rumah itu juga milik mereka. Ini bukan kebetulan. Ini adalah peta kekuasaan yang sudah kita internalisasi begitu dalam hingga hampir tidak terlihat. Dapur sebagai “Ruang Aman” Perempuan Kita sering mendengar dapur disebut sebagai “kerajaan perempuan,” seolah-olah itu adalah pemberian kekuasaan. Tapi mari kita jujur: ini adalah kekuasaan yang terbatas, yang dikurung dalam empat dinding dengan kulkas dan kompor. Sementara “kerajaan” laki-laki adalah ruang tamu, ruang kerja, dan pada akhirnya—dunia luar. Yang lebih menyedihkan: pembagian ini terjadi apapun kelas sosial perempuan tersebut. Seorang dokter, pengacara, atau eksekutif perusahaan—begitu ia masuk ke rumah temannya seb...
Be so fucking proud of yourself for passing the hardest moments alone while everyone believed u were fine.